√ Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 49 dan Penjelasannya

By | Oktober 12, 2019

Tajwid Surat An-Nisa Ayat 49 – Assalaamu ‘alaikum Wr Wb sahabat semua. Pada kesempatan kali ini Sinauislam.com akan membahas analisis hukum tajwid Surat An-Nisa Ayat 49 dan penjelasannya lengkap. Ilmu tajwid adalah ilmu yang memperlajari tata cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang bisa kita lakukan dengan mudah dan gratis (tanpa harus menghabiskan biaya apapun).

Pahala yang akan kita dapatkan pun tidak bisa kita sebut kecil bahkan bisa besar banget  apalagi kalau dilakukan dengan tadarus pada bulan puasa, kebaikan pahala yang dijanjikan Allah SWT begitu luar biasa, Masyaallah luar bisa banget ya sobat.

Nah sesuai dengan janji yang sudah kami tulis di judul tulisan kali ini. Kita semua akan belajar bersama mengenai yang namanya Ilmu Tajwid. Khusus dalam kesempatan yang berbahagia kali ini kita akan belajar mempelajari ilmu tajwid dari salah satu ayat di Juz 4 dalam Al-Qur’an yakni pembahasan dan penjelasan hukum tajwid Surat An-Nisa Ayat 49 secara lebih mendalam lagi.

Langsung saja kita simak dan bahas bersama, berikut ini adalah Hukum tajwid Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 49 lengkap beserta Penjelasan.

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 49 dan Penjelasannya Lengkap

Berikut adalah hukum tajwid dari ayat Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat ke 49 dengan penjelasannya lengkap.

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 49 dan Penjelasannya

Keterangan Tajwid Lengkap dari Surat An-Nisa Ayat 49 di atas:

  1. Hukum bacaan tajwid yang pertama adalah Idzhar syafawi alasannya yaitu ada huruf mim sukun bertemu dengan huruf ya’ dan sesuai arti dari izhar sendiri yang bermakna jelas. Cara membaca Idzhar syafawi ini juga dibaca dengan jelas.
  2. Selanjutnya yang kedua ini ada Alif lam syamsiyah, kenapa bisa dikatakan Alif lam syamsiyah jadi alasannya ialah karena disitu ada  huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah lam dan untuk Alif lam syamsiyah cara membacanya adalah dengan dibaca idgham atau langsung masuk ke huruf berikutnya (huruf lam).
  3. Ketiga ada Mad thabi’i atau disebut juga sebagai Mad Asli karena ada huruf dzal berharakat kasrah bertemu ya’ sukun kemudian setelah itu tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid dan untuk cara membacanya adalah dipanjangkan 2 harakat.
  4. Di nomor empat ini kita ketemu lagi dengan tajwid Mad thabi’i alasannya karena ada huruf kaf berharakat dhamah bertemu wawu sukun untuk penjelasan selanjutnya sama dengan hukum bacaan di nomor tiga.
  5. Ikhfa, di nomor lima ini kita menemui tajwid Ikhfa karena ada huruf nun sukun bertemu huruf fa’ dan cara membacanya yaitu samar-samar dengan dengung serta juga ditahan selama 3 harakat.
  6. Tarqiq, keenam adalah Tarqiq karena adanya lafaz Allah didahului oleh huruf hijaiyah lam berharakat kasrah dan dibaca tipis saja.
  7. Ketujuh ada Mad thabi’i alasannya yaitu karena ada huruf kaf berharakat kasrah bertemu ya sukun dan setelahnya tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, serta tasydid dan untuk cara membacanya ialah dengan dipanjangkan 2 harakat.
  8. Kedelapan ada Idgham bighunnah alasannya yaitu karena ada huruf nun sukun bertemu huruf ya’ bertasydid dan untuk cara membacanya adalah dengan masuk menggunakan dengung serta juga ditahan sampai 3 harakat.
  9. Kesembilan yaitu Mad wajib muttashil, bisa disebut hukum tajwid Mad wajib muttashil karena didalamnya ada huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata dan cara membacanya yakni dengan memanjangkan 4 / 5 harakat.
  10. Kesepuluh ketemu lagi dengan Mad thabi’i atau Mad asli alasannya yaitu karena ada huruf lam berharakat fathah bertemu alif kemudian setelah itu tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf serta tasydid dan dibaca panjang 2 harakat.
  11. Nomor sebelas juga Mad thabi’i atau Mad asli alasannya yaitu karena ada huruf mim berharakat dhamah bertemu wawu sukun kemudian juga setelah itu tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, serta juga tasydid dan untuk membacanya ialah dengan memanjangkan sepanjang 2 harakat.
  12. Tajwid yang ke dua belas juga Mad thabi’i alasannya yaitu karena ada huruf ta’ berharakat kasrah bertemu ya’ sukun kemudian setelah itu tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf serta tasydid dan cara membacanya ialah dengan dipanjangkan 2 harakat.
  13. Yang ketiga belas atau hukum tajwid yang terakhir di Surat An Nisa ayat 49 ini ada Mad ‘iwadh karena ada lam berharakat fathah tanwin dan diwaqaf, untuk cara membacanya yaitu denga menghilangkan tanwin serta dibaca panjang 2 harakat.

Kumpulan Hukum Tajwid Surat An-Nisa’ Ayat Lainnya

Setelah di atas sudah kita bahas bareng mengenai beberapa hukum bacaan atau ilmu tajwid yang terdapat dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 49. Berikut ini kami siapkan juga beberapa kumpulan hukum tajwid dari berbagai ayat dalam kitab suci Al-Qur’an bagian surat An-Nisa’. Silahkan pilih dan klik link bertuliskan judul artikel berwarna biru di bawah ini, gratis kok hehe.

Demikian hukum tajwid surat an-nisa’ ayat 49 beserta penjelasannya lengkap. Semoga bisa bermanfaat untuk sahabat muslim semua dan membuat kita belajar agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan tepat lagi. Ayo semangat belajar membaca Al-Qur’an agar mendapat banyak pahala. Selain itu dengan membaca ataupun mendengarkan bacaan Al-Quran bisa membuat hati menjadi lebih tenang dan tentram. Terima kasih sudah berkunjung dan kami mohon untuk pamit undur diri, sekian dan Wassalamu ‘alaikum Wr Wb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *