√ Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 4 dan Penjelasannya

By | Oktober 12, 2019

Tajwid Surat An-Nisa Ayat 4 – Assalaamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh teman-teman semua. Pada postingan kali Sinauislam.com ini kita akan bahas bareng analisis hukum tajwid Surat An-Nisa Ayat 4 dan penjelasannya lengkap. Membaca Al-Qur’an termasuk ibadah yang bisa kita lakukan dengan mudah dan gratis (tanpa mengeluarkan biaya apapun). Pahala yang kita dapatkan pun banyak apalagi kalau dilakukan dengan tadarus pada bulan puasa, kebaikan pahala yang dijanjikan Allah SWT begitu luar biasa.

Namun membaca Al-Qur’an juga tidak bisa sembarangan. Semuanya tentu membutuhkan ilmu khusus dalam hal ini adalah ilmu yang mempelajari tata cara membaca Al-Quran yang baik dan benar. Atau orang-orang lebih akrab menyebutnya sebagai Ilmu Tajwid. Nah pada kesempatan yang berbahagia kali ini kita akan belajar mempelajari ilmu tajwid dari salah satu ayat di Juz 4 dalam Al-Qur’an yakni pembahasan dan penjelasan hukum tajwid Surat An-Nisa Ayat 4.

Langsung saja kita simak dan bahas bersama, berikut adalah Hukum tajwid Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 4 lengkap beserta Penjelasan.

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 4 dan Penjelasannya Lengkap

Berikut adalah hukum tajwid dari ayat Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat ke 4 lengkap dan  penjelasannya.

Hukum Tajwid Surat An-Nisa Ayat 4 dan Penjelasannya

Keterangan Tajwid Lengkap dari Nomor di atas :

  1. Tajwid yang nomor satu ialah Mad badal alasannya yaitu ada huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata akan tetapi posisi hamzah lebih dahulu dari huruf mad dan untuk membacanya yaitu dengan dipanjangkan 2 harakat.
  2. Di urutan dua ada 2 hukum bacaan yang pertama adalah alif lam syamsiyah alasannya yaitu karena ada huruf alif lam bertemu huruf syamsiyah nun (dibaca idhgam atau langsung baca masuk ke huruf nun). Hukum tajwid yang kedua yaitu Ghunnah karena ada huruf nun bertanda tasydid dan juga dibaca dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  3. Selanjutnya yang ketiga ada Mad wajib muttashil sebab ada huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata dan untuk cara membacanya adalah dengan membacanya panjang 4 / 5 harakat.
  4. Yang keempat ada Mad thabi’i dikarenakan ada huruf qaf berharakat fathah bertemu alif kemudian setelah itu tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid dan untuk cara bacanya ialah dibaca panjang sepanjang 2 harakat.
  5. Kemudian nomor lima ada Ghunnah lagi karena ada huruf nun bertanda tasydid dan dibaca dengan dengung serta ditahan 3 harakat.
  6. Nomor enam ini agak lain dengan hukum tajwid yang lainnya dimana kita sering menyebutnya sebagai ta’ marbutah. Untuk cara membacanya bila waqaf maka huruf ta berubah menjadi huruf ha yang diwaqaf, jadi pada ayat 4 An-Nisa tersebut dari kata Nihlatan berubah menjadi Nihlah..
  7. Yang ketujuh ada Ikhfa alasannya yaitu disitu ada huruf nun sukun bertemu huruf tha dan dibaca samar dengan dengung dan ditahan selama 3 harakat.
  8. Lanjut nomor delapan ada Qalqalah sughra sebab ada huruf qalqalah ba’ berharakat sukun serta berposisi di tengah kalimat,  kemudian untuk cara membacanya yaitu dengan dipantulkan secara ringan saja.
  9. Kesembilan ada Idzhar syafawi, bisa disebut Idzhar syafawi karena ada huruf mim sukun bertemu dengan huruf ‘ain dan seperti artinya bahwa Idzhar berarti jelas maka hukum bacaan Idzhar syafawi  ini dibaca dengan jelas.
  10. Ikhfa, nomor sepuluh ini termasuk dalam tajwid Ikhfa’ alasannya yaitu karena ada huruf nun sukun bertemu huruf syin dan untuk cara membacanya ialah dibaca samar dengan dengung serta ditahan selama 3 harakat.
  11. Mad lin sebab ada huruf ya’ sukun didahului oleh huruf syin berharakat fathah dan cara membacanya yakni dengan panjang 2 harakat.
  12. Lanjut nomer dua belas ada Idgham bighunnah alasannya yaitu ada huruf hamzah berharakat kasrah tanwin bertemu huruf mim bertasydid dan cara membacanya ialah dengan dibaca masuk dengan dengung serta ditahan sampai 3 harakat.
  13. Sudah jelas mungkin ya sahabat, nomor tiga belas ini adalah Idzhar alasannya karena ada huruf nun sukun bertemu huruf ha’ dan untuk Idzhar ini dibaca jelas tanpa dengung.
  14. Keempat belas Ikhfa alasannya sebab ada huruf sin berharakat fathah tanwin bertemu huruf fa’, dibaca samar dengan dengung serta ditahan selama 3 harakat.
  15. Mad thabi’i atau disebut juga sebagai Mad asli karena ada huruf lam berharakat dhamah bertemu wau sukun kemudian setelah itu tidak bertemu hamzah, sukun, waqaf, dan tasydid serta dibaca panjang 2 harakat.
  16. Ke enam belas yaitu Mad wajib muttashil alasannya karena ada huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata dan dibaca panjang 4 / 5 harakat.
  17. Idgham bighunnah disebabkan oleh kondisi dimana ada huruf hamzah berharakat fathah tanwin bertemu huruf mim bertasydid serta dibaca masuk dengan dengung kemudian juga ditahan sampai 3 harakat.
  18. Mad wajib muttashil lagi alasannya ialah karena ada huruf mad bertemu hamzah dalam satu kata dan cara membacanya yaitu dengan dibaca panjang 4 / 5 harakat.
  19. Hukum bacaan atau tajwid yang terakhir dalam ayat 4 surat An Nisa ini adalah Mad ‘iwadh hal itu dikarenakan ada hamzah berharakat fathah tanwin dan diwaqaf. Untuk Mad ‘iwadh ini cara membacanya adalah dengan menghilangkan tanwin serta membacanya dipanjangkan 2 harakat.

Kumpulan Hukum Tajwid Surat An-Nisa’ Ayat Lainnya

Berikut ini beberapa kumpulan hukum tajwid dari berbagai ayat dalam kitab suci Al-Qur’an bagian surat An-Nisa’. Silahkan bebas pilih dan baca, gratis kok hehe.

Demikian hukum tajwid surat an-nisa’ ayat 4 lengkap beserta penjelasannya. Semoga bisa bermanfaat untuk sahabat muslim semua dan membuat kita belajar agar bisa membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar lagi. Ayo semangat belajar membaca Al-Qur’an agar mendapat banyak pahala. Selain itu dengan membaca ataupun mendengarkan bacaan Al-Quran bisa membuat hati menjadi lebih tenang dan tentram. Terima kasih sudah berkunjung dan kami mohon untuk pamit undur diri, sekian dan Wassalamu ‘alaikum Wr Wb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *